Posts

Showing posts with the label motivation

Kalimat Motivasi Paling Powerful

Seringkali kita mendengar jargon jargon seperti ini: mulai aja dulu, just do it atau motivasi motivasi lain semacam itu. Kalimat kalimat tersebut seringkali terdengar klise, tapi percayalah, mulai aja dulu adalah kalimat motivasi paling powerful. Tapi kan kamu juga nggak konsisten zlif, bikin kedai pancong gagal, kerjaan resign, usaha ayam maju mundur, sekarang rencana bikin laundry juga. Iya sih, tapi aku juga baru sadar. Aku konsisten banget nabung buat investasi. Pertama kali investasi waktu gaji pertama. Niatnya udah dari pas kuliah sih tapi baru terlaksana pas kerja. Mungkin awalnya tidak menyenangkan, saya terpaksa memakai fasilitas auto debet untuk membantu. Lama kelamaan hasilnya mulai terasa, menyenangkan melihat hasil tabungan bertambah sedikit demi sedikit. Sampai sekarang kegiatan menabung ini sudah jadi  kebiasaan dalam hidup. Nilainya mungkin belum bisa buat beli rumah secara cash tapi seenggaknya bisa menghidupi saya setahun tanpa penghasilan.

Menjadi Generalis, apa aja yang Saya Lakukan

Okay, jadi setelah kemarin saya cerita tentang menjadi generalis dulu baru spesialis, sekarang saya akan cerita. Saya ngapain aja saat ini sebagai generalis. 1. Usaha ayam Saya pada dasarnya suka hewan selain reptil, itu kenapa saya senang dengan usaha ini. Tapi ya karena baru belajar masih banyak masalah. 2. Investasi saham. Dari dulu saya sangat suka melihat potensi. Misal aja saya membeli sepatu yang desainnya timeless (converse) simpel karena nilainya nggak turun bahkan cenderung naik. 3. Menulis. Saya suka membaca, dan penuh dikepala. Jadi daripada terbuang percuma karena lupa, lebih baik saya share. Saya menggunakan media blog ini dan Idntimes (bisa dibantu dibaca buat nambah viewers 😄 ). 4. Menggambar/desain. Saya orangnya cukup visual. Itu kenapa saya menghindari memfollow teman teman yang fotonya alay ✌️. Saya rasa saya cukup berbakat disini, waktu kecil saya pernah juara lomba menggambar. Tapi yang membuat dilema adalah kalau saya seriusin, akan ma...

Menjadi generalis baru spesialis

Perbedaan mendasar dari generasi lama dan baru adalah cara pandang soal jalan menuju kesuksesan. Orang dulu berfikir seakan akan untuk menjadi sukses hanya jadi pns, abri, dokter. Itu itu aja. Sebenernya wajar, mereka tidak mengenal content creator, creative director atau pekerjaan pekerjaan keren lain. karena emang pekerjaan itu emang cuma ada di masa ini. Lalu dengan banyaknya pilihan jalan mana yang mau diambil. Kalau menurut saya di coba aja semuanya. Semuanya yang kita suka. Lalu Kenapa semuanya?  1. Untuk lebih bersykur Ketika kita mencoba kita merasakan. Kita bener bener tau apakah itu sesuai dengan apa yang kita mau atau tidak. Toh Jikapun gagal dan kembali ke jalan yang awal tentu kita akan lebih bersykur. 2. Pekerjaan adalah salah sesuatu yang menyita waktu paling banyak dalam hidup Waktu rata rata bekerja adalah 8 jam atau sepertiga dari hidup kita. Bayangkan pekerjaan itu tidak menyenangkan, temen temennya toxic, bidangnya nggak passion, atasannya ngeselin. Maka ...

Internat adalah liberator

Kalian hidup disebuah era yang sangat hebat. Karena apa, karena ini, karena smartphone(sambil nunjuk hp). Begitulah kira kira kata kata yang saya dengar dari podcastnya Iqbal Hariyadi tentang acara Gary Vee. Selain Gary, pangeran siahaan juga mengatakan hal yang kira kira sama. Internet adalah liberator, sesuatu yang membebaskan. Hanya lulusan Supomo, tidak punya coaching license dan bukan dari keluarga atlit, Pange berhasil menjadi seorang pundit(orang yang menganalisis sepakbola) dan memiliki media sendiri dengan membangun karir hanya melalui internet. Lalu apa yang harus selanjutnya saya lakukan setelah mengetahui ini. Tentu saja berkarya. Berkarya lewat internet. Besok saya akan membahas tentang menjadi generalis lalu spesialis.

Punya Pilihan Hidup adalah Sebuah Kemewahan

Menurutku ibu adalah ibu yang terbaik. Mengapa? Simpel, adalah ibu selalu membebaskan dalam memilih pilihan hidup. Dari memilih aksel, daftar jurusan aneh macam teknik nuklir ibu selalu berdiri disamping untuk mendukung bahkan walau beliau mungkin kurang setuju. Seperti ketika kakak saya lebih memilih pindah dari kementerian dalam negri menjadi pns biasa di Biak. Hal ini berasa sekali hilang ketika saya balik ke Biak. Ketika ibu sudah tiada. Ketika saya memutuskan untuk berwirausaha bapak saya langsung menentangnya, bahkan sampai tulisan ini ditulis beliau sepertinya belum ikhlas saya memilih jalan ini. Tapi saya sudah hampir 25 tahun ini, sudah sewasa, saya paham konsekuensi memilih jalan ini

Berani berkata tidak

Sedih rasanya baru beberapa hari membuat target menulis setiap hari tapi nyatanya langsung bolong di hari ketiga. Parahnya berlanjut di dua hari kedepannya. Tapi paling tidak ada pelajaran yang dapat diambil. 1. Berani berkata tidak Dua hari awal saya tidak menulis adalah karena ada rapat 1000 guru. Sebenernya setengah 11 rapat telah selesai namun ajakan untuk ngobrol ngobrol tidak dapat di tolak. Dan kunci masalah ini adalah harus belajar berani berkata tidak. 2. Sekali target tidak dilakukan, kecenderungan untuk tidak melakukannya lagi menajadi tinggi. Seharusnya tidak ada alasan lagi di hari ketiga, namun saya tetap tidak menulis. Bahkan sempat berpikir "yah sudah bolong aja mending tidak usah dilanjutkan". Untuk itu jika ingin menjadi kebiasaan jangan sampai target terlewat satu hari pun karena akan terbiasa melewati nya lagi.

5 podcast inspiratif berbahasa Indonesia

Akhir akhir ini podcast mulai rame di Indonesia. Dengan format audio, podcast punya keunggulan seperti hemat kuota, bisa dinikmati sambil ngerjain kerjaan lain. Langsung aja, beberapa podcast berbahasa Indonesia yang menurut saya menarik anatar lain: 1. Thirty days of launch 2. Makna talks 3. Inspigo (download di playstore atau AppStore) 4. Podcast subjektif 5. Kata Dochi