Posts

Showing posts with the label investasi

Jangan Nabung Saham Tiap Bulan

Image
Sering banget kita mendengar anjuran untuk menyisihkan investasi setiap bulan. Bagi yang investasi di dipasar modal, membelanjakan saham setiap bulan tidaklah selalu benar, mengapa? Karena pergerakan harga saham selalu naik dan turun setiap waktu. Jadi misalnya kita menjadwalkan beli saham INDF(Indofood) pada tiap tanggal 3. Dan pada tanggal 3 tersebut harganya sedang naik. Maka kemungkinan hari berikutnya harga sahamnya akan turun. Lalu kapan sebaiknya membeli saham? Berdasarkan grafik disitu terlihat dengan jelas bahwa untuk mendapatkan keuntungan maksimal membeli di titik titik tersebut adalah yang paling ideal. Lalu bagaimana bisa menemukan titik titik tersebut, kalau saya pribadi caranya adalah memantau pergerakan sahamnya, jika turun lebih dari 10% dalam jangka waktu tertentu tanpa penurunan kinerja keuangan maka saat itulah saya akan membeli saham. DYOR.

Buku Bacaan untuk Investor Pemula

Saya adalah anak ipa, lalu kuliah manajemen tapi tidak suka akuntansi. Setelah lulus dan sadar akan kebutuhan investasi saya belajar saham. Saya banyak belajar dari internet, tapi yang paling membekas dan penting adalah dari tiga buku ini. 1. Visual finance Sebagai orang yang tidak paham akuntansi, ini buku paling gampang untuk membaca laporan kuangan. Dikemas dengan ringkas dan padat, sesuai namanya buku ini juga memberikan ilustrasi ilustrasi yang meudahkan pembaca memahami laporan keuangan. 2. How the economy machine works Sebenernya ini adalah video youtube. Dan tidak ada hubungan langsung dengan investasi. Tapi buku ini mengajarkan tentang siklus ekonomi yang menurut saya sangat penting untuk mencari momentum untuk membeli saham. 3. The intelligent investor Buku yang ini mungkin adalah bacaan wajib seorang investor. Mengajarkan tentang prinsip jangan sampai rugi dipasar saham, perbandingan dengan obligasi, mitos mitos dunia investasi dan perlunya self awareness dalam pengamb...

Cara tau portofolio berhasil atau tidak.

Okay, langsung saja jawabannya adalah dengan membandingkan return portofolio dengan indeks acuan kalau di Indonesia bisa dibandingkan dengan performa ihsg atau lq45. Kenapa dengan indeks? Simpel Kalau returnnya lebih rendah dari indeks mending investasi ke reksadana indeks aja karena  performa reksadana indeks nyaris sama dengan indeks acuan (ihsg/lq45). Jadi perlu ada waktu dan usaha yang terbuang.

Haruskah investor takut kepada kondisi ekonomi

Salah satu sentimen paling berpengaruh pada harga saham di bursa adalah sentimen ekonomi. Sentimen ini banyak macamnya, dari nerca dagang, neraca pembayaran, indeks manufaktur, inflasi, daya beli masyarakat dan masih banyak lagi. Sentimen ekonomi ini seringkali membuat ricuh pasar saham. Seperti beberapa saat yang lalu Donald Trump memanas manasi perang dagang dengan menambah tarif impor kepada produk produk asal Tiongkok. Dampaknya luar biasa indeks saham gabungan anjlok lebih dari 5% dalam satu bulan. Lalu sikap apa yang harus diambil sebagi investor. Kalau saya pribadi tidak begitu memperdulikan sentimen ekonomi tersebut alasannya adalah: 1. Perusahaan yang baik akan selalu beradaptasi dengan kondisi apapun. Salah satu pelajaran paling penting dalam buku blue ocean thinking adalah mindset bahwa sejatinya tidak ada Industri yang benar benar sunset. Hanya pelaku industrinya yang tidak dapat beradaptasi mengambil peluang. Seperti Unilever yang pada tahun 1998 kinerjanya tetap posit...

Mengapa saya berinvestasi

Mungkin judul ini terdengar aneh. Tentu saja untuk masa depan, biar nilai tabungan tidak termakan inflasi, dan semua jawaban dari para motivator itu. Tapi mengapa saya berinvestasi? Saya punya jawaban ysng sedikit berbeda. Saya cukup idealis. Ingin hidup ideal, bahagia tapi juga mebahagiakan orang lain, ingin berkarya tanpa batasan. Saya percaya bahwa untuk berkarya kita butuh kreativitas, kreativitas ini maksimal jika kita tidak dibatasi, tidak takut apapun. Ada sebuah penelitian tentang dua ekor monyet yang diberi mainan. Monyet yang tinggal di kebun binatang nyatanya lebih berani untuk menanggapi mainan tersebut sementara yang dihutan menganggapnya sebagai ancaman. Hal itu terjadi karena monyet di kebu binatang merasa lingkungannya aman. Sama seperti manusia, orang yang tidak punya beban ekonomi salah satunya. Akan lebih bebas berkarya, lebih bebas melakukan sesuatu dan itu akan membuat apa yang dia lakukan lebih maksimal.

Kenapa tidak perlu membeli obligasi

Obligasi, terutama milik pemerintah belakangan ini cukup menyita perhatian publik. Ini karena branding oleh kementerian keuangan, kerjasama dengan beberapa platform investasi serta trend melek financial dari jouska. Namun saya pribadi tidak tertarik untuk ikut membeli obligasi. Hal ini  dikarenakan? 1. Bukan cara untuk diversifikasi yang efektif. Salah satu alasan membeli obligasi adalah diversifikasi portofolio, jadi misal indeks sedang jatuh portofolio masih bisa lebih terselamatkan dari obligasi ini. Namun justru inilah yang harusnya ditunggu, ketika indeks jatuh, itulah kesempatan untuk membeli saham saham bagus di harga yang murah. 2. Sulit melakukan compounding. Untuk bisa melakukan compounding, kita harus konsisten menempatkan imbal hasil dari portofolio di instrumen yang sama. Sayangnya obligasi tidak bisa dibeli kapan saja. Jadi untuk melakukan compounding harus mencari instrumen lain dan ini memunculkan pekerjaan tambahan yang mengganggu fokus investasi. Itu tadi ala...

Kelebihan dan Kekurangan Diversifikasi Saham

Kebanyakan investor saham terbagi dua dalam pengambilan kepurusan diversifikasi. Yang pertama adalah yang memiliki sedikit jenis saham (concentrated diversification) dan yang banyak (wide diversification). Disini saya akan mengulas kelebihan dan kekurangan masing masing strategi dengan asumsi sahamnya ada yang brrhasil. 1. Concentrated Diversification (memiliki sedikit jenis saham) Penganut: Warren Buffett, lee kong heng, Aakar (founder jouska). Kelebihan: karena jenis saham yang dipegang sedikit dengan asumsi kinerjanya baik, maka keuntungannya lebih besar karena jumlah saham yang gagal juga sedikit. Kelemahan: A. energi, waktu dan tenaga. Untuk menemukan saham yang benar benar bagus dibutuhkan usaha yang lebih untuk memilih seluruh saham. B. Resiko lebih besar. Karena sahamnya sedikit tentu saja resiko ketika ada perusahaan yang hancur akan lebih besar, karena resiko ini akan dibagi dengan jumlah saham yang lebih sedikit. 2. Wide Diversification Penganut: Peter Lynch, venture...

Semua orang wajib melakukan investasi tetapi tidak wajib investasi saham

Semua orang wajib investasi Tidak ada yang pasti di dunia ini, tidak ada yang terlalu besar untuk jatuh. Perusahaan sebesar enron atau lehman brother's bahkan negara seperti yunani tetap bisa bangkrut. Begitu juga dengan pekerjaan kita, maka setiap orang harus berjaga jaga, salah satunya dengan investasi. Kenapa harus investasi? Karena tabungan saja belum tentu cukup, tabungan tanpa disadari akan terus tergerus nilainya oleh inflasi. Haruskah investasi saham? Bursa efek Indonesia mengeluarkan kampanye yuk nabung saham. Ditambah dengan berbagai motivasi di media sosial, jumlah investor di pasar modal meningkat drastis. Namun apakah menjadi keharusan untuk semua orang investasi saham secara langsung? Menurut saya sih tidak. Berikut beberapa alasannya. 1. Tidak semua orang memiliki waktu yang cukup. Lo Kheng Hong, Warren Buffett, Peter lynch maupun banyak investor sukses lain adalah orang orang yang terjun total ke pasar saham atau menjadi fulltime investor. Sangat jarang melihat...

Belajar investasi saham dari venture capital (founder market fit)

"Problem is not the gun, but person behind the gun" Kira kira itulah kalimat dosen manajemen sdm saya dulu di kampus. Implementasi kalimat tersebut juga terjadi di dunia startup. Daripada ide, venture capital(perusahaan yang mendanai startup) lebih memilih berdasarkan latar belakang founder startup untuk menentukan startup mana yang mereka investasikan. Hal yang sama juga bisa diterapkan dalam investasi saham, dalam hal ini direktur (CEO). Utamanya pada perusahaan yang tidak memiliki intangible assets yang kuat. Perusahaan seperti unilever siapapun ceonya perusahaan tidak akan berdampak buruk dalam jangka pendek karena kekuatan brand tiap produknya. Orang orang tidak akan mudah untuk tidak membeli lagi pepsodent dalam jangka pendek. Hal ini berbeda dengan perusahaan seperti perbankan, tambang, multifinance dll, pengaruh ceo akan sangat kuat atas kinerja perusahaannya. Berikut adalah beberapa ceo yang memiliki prestasi yang baik sepengetahuan saya. 1. Jerry NG Dalam waktu...

Kenapa Harus Reksadana Indeks

Untuk orang yang nggak punya cukup waktu untuk belajar investasi saham, reksadana bisa jadi pilihan. Cara kerja reksadana gampangnya adalah manajer investasi ibarat joki yang mengelola saham mana yang akan dibeli, kita hanya akan menerima hasil kerja si joki ini. Terus apa itu reksadana indeks? Di bursa efek, ada sekelompok saham yang dipilih berdasarkan suatu kriteria. Contoh  45 perusahaan terliquid ada indeks lq45, ada indeks bumn isinya perusahaan perusahaan bumn, indeks perbankan isinya perusahaan perbankan dan masih banyak lagi. Reksadana indeks adalah reksadana yang nilainya mengikuti pergerakan indeks acuannya, misal kalo ada reksadana indeks keuangan, jika sektor keuangan rata rata sahamnya naik nilai reksadana nya naik. Terus kenapa harus reksadana indeks 1. Biaya manajer investasi Reksadana saham biasa yang jadi jualan utamanya adalah kemampuan si manajer investasi, untuk itu ada biaya manajer investasi. Sedangkan di rekasana indeks, reksadana hanya mengikuti per...

Mentor investasi saham

Nggak ada orang yang baru lahir langsung bisa jalan. Sama kayak investasi, nggak ada yang baru mulai langsung jago. Bahkan kalo udah dari awalnya jago matematika, atau punya ipk 4 tetap susah rasanya ngehadapin hal hal kayak saham fundamental bagus tapi nggak naik naik atau market crash. Supaya bisa belajar lebih cepat, kita butuh mentor. Mentor ini bukan yang ngajarin teori kayak banyak buku, tapi lebih ke yang ngajarin hal hal teknis kayak nyeritain pengalaman dia waktu market crash. Kalau dulu Opa Warren harus ketemu dan belajar langsung ke Benjamin Graham kalau sekarang sudah banyak berseliweran pakar pakar saham di blog atau media sosial. Berikut beberapa referensi yang biasa saya baca. 1. Teguh Hidayat Teguhhidayat.com Beliau adalah penulis blog, di blognya ini ngebahas mulai dari prospek saham saham, tahapan tahapan seorang investor atau kondisi terkini kayak pas market crash kalian harus ngapain. beliau juga nyediain e book kuartalan berbayar juga kalau mau info lebih lanju...

Faktor Faktor Memilih Reksadana Saham

Image
Dewasa ini minat masyarakat untuk melakukan investasi semakin meningkat. Salah satu sarana melakukan investasi yang dikenal mudah adalah melalui reksadana. Untuk kaum milenial yang tentunya masih cukup muda, reksadana saham menjadi salah satu pilihan yang menarik. Lalu bagaimana cara memilih reksadana saham. Setelah saya membaca banyak artikel berikut rangkuman dari apa yang saya pelajari: 1. Pilihlah reksadana dengan Return yang baik. Return reksadana saham tentu menjadi pilihan utama. Dengan melihat historical return dari produk reksdana tersebut kita dapat memperkirakan return yang kita harapkan (kita tidak dapat memastikan return yang akan didapat dengan reksadana saham). Saya menggunakan bareksa atau bloomberg untuk membandingkan return tiap produk reksadana https://www.bloomberg.com/asia Pada tampilan tersebut langsung saja ketik reksadana yang ingin kita bandingkan performanya. Lalu untuk melihat daftar reksdananya dapat dilihat di bareksa: http://www.bareksa.com/i...