Posts

Showing posts with the label renungan

Yang Bisa Dilakukan Hanyalah Berusaha.

Salah satu kebohongan terbesar di era sekarang ini adalah cerita tentang setiap orang bisa jadi apa aja. Sebuah pernyataan yang arogan menurutku, karena seringkali tidak melihat latar belakang, lingkungan, keluarga, tingkat pendidikan dan banyaknya faktor lain dibelakang setiap orang. Memang selalu ada peluang. Namun pertanyaan lainnya adalah apakah semua orang dapat mendapatkan hasil yang sama? Tentu saja tidak. Di US misalnya. Data menunjukan kurang dari 10% startup yang mampu bertahan lebih dari satu tahun. Lalu bagaimana dengan 90% lainya? Hanya bagian dari data statistik orang orang yang gagal? Selain itu dari data ini memang terlihat tetap masih ada peluang. Tapi jika dibedah lagi,  dari 10% ini akan muncul pola yang lain. Latar belakang pendidikan, modal, koneksi, dan masih banyak hal lain. Lalu apakah seorang anak kulit hitam miskin mampu menjadi founder startup. Tetap ada peluang, tapi tentu saja sangat kecil. Namun dari peluang kecil itu setiap orang harus berusaha. Palin...

Lulusan SMA bisa jadi direktur?

Beberapa saat yang lalu terlintas di lini masa Twitter saya, daftar lulusan lulusan SMA yang bergaji diatas 100jt. Pesan dari tweet itu cukup jelas. Bahwa  lulusan SMA juga bisa punya karir cemerlang. Lulusan SMA juga bisa memiliki gaji atau menjabat posisi puncak di perusahaan. Namun yang jadi pertanyaan adalah seberapa besar peluangnya? Jika seperempat penduduk Indonesia lulusan SMA, artinya ada lebih dari 60jt orang. Jika ada 100 orang yang mampu menjadi direktur perusahaan artinya peluangnya hanya 0.000006%. yang artinya hampir mustahil itu kejadian.

Mungkin Memang ini Takdir Saya.

Saya termasuk orang yang percaya akan takdir, yang baik maupun yang buruk. Termasuk mungkin kondisi yang sekarang saya alami. Penghasilan saya saat tidaklah tinggi, namun saya tahu saya bukan orang yang bodoh, saya gemar membaca dan minat politik.  Dibalik pendapatan yang rendah, penghasilan saya yang sekarang tidak membutuhkan banyak waktu. Saya mulai berfikir tentang kegemaran saya akan politik. Apakah memang tertulis dilauhul mahfuz.  Apakah saya memang digariskan mengawasi kebijakan publik pemerintah sehingga berdampak baik kepada masyarakat. Hanya Allah yang tau, coba saja dijalani dulu.

Kebodohan "Seminar Seminar Sukses"

"Sukses bisnis tanaman hidroponik dalam satu bulan". Begitu kata sebuah judul seminar di kota Solo. Kemudian semua yang tertarik lalu mendaftar. Ada 50 orang pendaftar. Mereka mereka ini berharap setelah mengikuti seminar dapat menjadi pengusaha hidoponik yang sukses. Seminar selesai, para alumnus seminar kemudian mempraktekan ilmunya.  Sebulan kemudian apa yang terjadi, hasilnya cuma dua yang dapat bertahan? Kenapa? Karena kebutuhan pebisnis hidroponik di solo yang tersisi hanya dua. Dua orang ini kebetulan tinggal di kelurahan yang belum ada pebisnis hidroponiknya. Mereka kemudian sering diundang atau mengisi seminar hidroponik diman mana. Sementara 48 lainnya kemudian merasa kurang berusaha, terpuruk dan gagal. Padahal ini sesimpel bukan permainan yang semua orang dapat menang secara bersamaan.  

Pekerjaan paling menyenangkan.

Aku pernah kerja diperusahaan dan membuka usaha sendiri. Sampai terakhir, aku mencoba usaha tanaman hias. Walaupun capek, tapi ini usaha yang paling menyenangkan. Semoga saja terus bertumbuh. 😁

Orang orang ini sebenarnya cuma dengki aja.

Beberapa saat yang lalu Revina, seoarang influencer melempar opininya di sosial media. Dia merasa terganggu dengan sesorang yang ditemuinya di gym karena bepantat hitam. Tiba tiba saya sekarang berfikir bagaimana dia tau orang itu memiliki pantat yang hitam -___-? Okay itu nggak penting, yang jadi masalah adalah kata kata yang dia lempar ke orang tersebut. Menurut dia orang tersebut seharusnya tidak memberikan polusi visual dengan pantatnya yang jelek. Kemudian dia bilang juga soal pujian ke fisik orang yang jelek itu munafik. Tapi menurut saya orang orang kayak revina itu sebenernya dengki aja 😂 Dia merasa harusnya cuma aku yang cantik ini yang boleh dipuji cantik. Ini sama kayak anak muda yang penuh literasi keuangan dan mapan merasa hanya dia yang boleh menikah dan punya anak dan orang miskin enggak. Orang tua yang kesal ketika anaknya mengambil jalan berbeda dengan nilai yang dianutnya juga sepertinya begitu. Ya intinya orang orang ini nggak bisa menerima nilai nilai yang dianut o...

Teman Terbaik

Hidup yang bahagia selalu diisi dengan teman yang menyenangkan. Ketika SD saya dekat dengan Rafiq. Mungkin karena sama sama pendek dan sama sama lumayan rajin. Dia selalu kendapat ranking dua besar di pada saat itu. Walaupun tidak serajin Rafiq paling tidak saya selalu masuk lima besar 😎. Ketika SMP, walaupun masih satu sekolah, saya tidak lagi akrab dengan Rafiq. Saya bermain dengan Anju, sesama anak cupu dan nanggung juga rajinnya. Kami sempat masuk kelas A namun terlempar bersama ke kelas b gara gara kebanyakan main cs (counter strike condition zero). Saya sih yakin, Saya dan Anju sama sama pinter, cuma nggak rajin aja. Di kelas B aku juga bertemu dengan Agus. Kayaknya aku nggak ada kesamaan interest sih sama Agus tapi entah kenapa sering main aja. Oh kakaknya agus sekelas dengan kakak saya, tapi ya nggak dekat juga mereka. Di rumah, saya punya banyak teman akrab, Dio, Bahrul, Bopik, Arifin, Ucup. Sebenernya hubungannya nggak se akrab itu sih 😅. Tapi tiap hari main bareng. Kombina...

Hidup di dunia penuh cobaan, berempatilah.

Saya punya keponakan, namanya Isni. Dia anak yang lincah, namun sedikit terlambat untuk bisa berbicara. Untuk ukuran anak seusianya pada saat itu (umur 3 tahun).  Salah satu alasannya adalah kakak saya adalah kedua orang tuanya sibuk bekerja. Pada saat bekerja, mereka tidak dapat meluangkan waktunya untuk mengurus Isni. Pada saat Kakak saya bekerja, Isni dititipkan ke saya atau bapak saya. Beruntung, pada saat berumur tiga tahun Kakak saya dapat memasukkan Isni ke paud. Dalam waktu relatif cepat, perkembangan kemampuan berbicaranya meningkat. Saat ketika Isni sudah masuk paud adalah saat saat saya mengurus usaha laundry. Pada saat itu karyawan laundry yang harusnya bekerja disitu keluar. Karena itu mau tidak mau saya yang mejaga laundrynya. Suatu hari ada seorang anak yang seumuran dengan keponakan saya, namanya Selfie. Dia awalnya dipanggil oleh teman saya untuk main ke laundry. Selfie adalah anak karyawan rumah makan masakan jawa yang berdiri dua kios disebelah kanan laundry. Kar...

Pada akhirnya kita semua hanya manusia.

Ketika SD dan masih mengaji adalah saat saat dimana saya sangat menggandrungi Naruto. Saat itu saya juga sangat suka menggambar.  Pada suatu hari saya meminta kakak saya untuk mencetak gambar naruto. Gambar naruto itu saya bawa ke tempat mengaji. Ketika sudah mengaji saya keluarkan gambar tersebut, lalu menirunya. Besoknya saya lakukan lagi dan selesai. Ketika selesai teman saya, sebutkanlah namanya Indra ingin membelinya. Saya pada saat itu berfikir, "apa bagusnya gambar dengan tangan? Kalau mau saya bisa minta kakak saya mencetak satu lagi gambar itu dengan printer. Gambarnya bagus dan presisi, ada warnanya pula (gambar naruto yang saya gambar pada saat itu hanya menggunakan pensil). Namun karena males berdebat saya berikan saja gambar tersebut. Beberapa bulan yang lalu, saya membaca cuitan yang menarik dari Om Pinot. Beliau salah satu animator terbaik Indonesia yang telah berkolaborasi dengan banyak brand atau tokoh terkenal. Beliau bilang, karya seni yang bagus bukan yang sama...

Jangan mudah menjudge sesuatu.

Seperti yang pernah saya ceritakan, kondisi fisik saya ketika SD dan SMP kecil sekali. Tak jarang karenanya saya di bully.  Saat SMP salah satu pembully saya katakanlah bernama Rio. Dia kerap kali memukul saya ketika bercanda. Sampai pada suatu hari saya sedang duduk di rumah menghadap ke jalanan. Tiba tiba saya melihat bapaknya Rio berboncengan dengan seorang wanita muda menuju ke arah bukit. Esok harinya dengan polosnya saya tanyakan ke Rio. "Rio, kemarin sa liat ko pu bapak bonceng cewek ke gunung". Udin menjawab, "Iya kah, itu da punya selingkuhan berarti".... . Lalu kemudian dengan sedih Rio bercerita tentang Bapaknya yang selingkuh dan seringnya marah marah di rumah. Cerita ini sebenernya mirip dengan apa yang sering terjadi saat ini. Kebanyakan kehidupan orang tidak seperti yang kita kira, terutama akibat sosial media. Di dunia nyata maupun sosial media, kita cenderung menunjukan apa yang baik di mata orang. Contohnya jarang sekali kita membalas kabar buruk k...

Menjaga Canda

Sejak SD sampai SMA saya seringkali minder dengan kondisi fisik saya. Saya terkadang dibully teman saya di sekolah karenanya.  Hal berbeda terjadi ketika pulang ke rumah. Teman di rumah berbeda angkatan, ada yang diatas dan ada yang dibawah. Yang menguntungkan adalah saya tidak punya teman sebaya dirumah. Jadi keterlambatan pertumbuhan fisik saya tidak ada perbandingannya. Dilingkungan rumah, saya lebih berani bependapat. Saya seringkali bercanda meledek teman teman saya. Yang cukup sering adalah Ucup dan Riski, Ucup karena sering di bully sama teman saya yang lebih tua lagi, jadi saya ikut ikutan. Riski karena medok dan gendut.  Masa SMP saya sangat menyenangkan. Setiap sore saya bermain bola dan malamnya nongkrong , bercanda bersama teman teman saya, tentu saja termasuk Riski dan Ucup.  Lalu setelah lulus SMP, saya pindah ke kota lain, hingga lulus kuliah dan bekerja.  Suatu hari Ibu saya meninggal. Rasa bersalah kemudian membuat saya merasa perlu tinggal lagi bers...

Agama sebagai kompas moral.

Tumbuh dewasa mengubah banyak pandangan saya dalam hidup. Di era informasi ini, kebenaran bukan merupakan sesuatu yang valid. Banyak sekali hal hal yang dulu saya percayai menjadi salah atau abu abu. Dan saya rasa bukan saya saja yang merasa demikian. Dulu saya percaya bahwa komunis sama dengan atheis. Ternyata ini tidak sepenuhnya benar, nyatanya tokoh seperti Tjokroaminoto di Islam,  Dan Gustavo Gutierrez di Katholik adalah orang orang yang memahami ajaran agama masing masing sejalan dengan komunisme. Dan yang jelas mereka juga belum tentu benar. Komunisme adalah kata yang muncul kurang dari 1000tahun yang lalu. Kata komunis tidak ada ketika kemunculan Islam dan Kristen. Dulu juga saya percaya bahwa nasionalisme adalah hal yang baik. Apa yang salah dengan mencintai negara? Namun di era dimana kesehatan mental mulai diperhatikan, data mengatakan bahwa negara negara Asia timur yang ultra nasionalis memiliki masalah besar dengan kesehatan mental warganya. Cina, Korea Selatan, Rusia ...

Sesuatu yang masih saya bingungkan. Untuk tumbuh itu ongkosnya besar.

Beberapa hari yang lalu saya mendengar podcast awal minggu yang dibawakan oleh Adriano Qalbi. Sesuatu yang menarik ketika dia bilang humanity itu belum tentu baik. Kalau manusia dari dulu berpegang sama humanity, mungkin kita masih muja muja arwah. Hal yang mirip saya baca di buku sapiens. Yuval Noah mengatakan kesalahan terbesar manusia adalah revolusi pertanian. Dampak dari revolusi tersebut ada pada kebahagiaan manusia itu sendiri.  Revolusi pertanian memunculkan harapan jangka panjang pada manusia untuk pertama kalinya. Harapan agar panen lancar. Manusia untuk pertama kalinya khawatir akan masa depannya. Mereka bersusah payah, mengatur jumlah stok makanan, memperikirakan kapan panen dan bekerja keras untuk itu. Lalu dimana masalahnya? Kemudian panen selesai dan manusia bahagia dengan hasil panennya. Namun itu hanya berlangsung sesaat, beberapa hari setelahnya mereka kembali harus bercocok tanam dan kembali khawatir akan masa depan mereka. Yang lebih parah adalah jumlah pangan y...

Istiqamah yang berhasil

Konsisten atau istiqamah selalu menjadi tips atau nasihat untuk tumbuh berkembang. Namun pada kenyataannya, istiqamah tidak selalu membawa kepada sesuatu yang lebih baik. Sebagai contoh kita lihat, tukang becak bertahun tahun hidup sebagai tukang becak, atau tukang jamu juga seperti itu. Lalu istiqamah seperti apa yang seharusnya dilakukan. Saya akan cerita tentang usaha laundry yang pernah saya coba. Pada suatu obrolan di kafe pada malam hari. Saya dan teman saya Seasar, Nursih dan Nando bercerita tentang bagaimana kami menyelesaikan masalah mencuci ketika kuliah. Lalu tercetuslah ide membuka laundryan, melihat peluang harga laundry perkilo di Biak sangat mahal karena pemainnya masih sangat sedikit. Lalu dimulailah hari hari kami membuka usaha. Awalnya kami memakai dua orang karyawan dan menyewa bangunan di lokasi yang cukup strategis. Sialnya ketika kami merenovasi bangunannya, kios disebelah kami membuka usaha yang sama!  Dan yang lebih sialnya lagi, tempat itu adalah cabang, se...

Masa Lalu Kadang Terasa Menyenangkan, tapi Apakah Kita Mampu Memilih Untuk Tetap Tinggal Ketika Itu?

Salah satu kenangan paling menyenangkan dalam hidup saya adalah ketika menjadi presiden disalah satu unit kegiatan mahasiswa ketika kuliah.  Periode sebelum saya menjabat, keadaan sangatlah buruk. Itu sebenarnya gara gara ulah saya juga. Ketika itu saya dipilih menjadi ketua sebuah acara bernama Setia. Saya yang ketika itu naif, berambisi menjadikan acara tersebut acara yang sensasional. Mengundang wakil mentri, menjadikan acara itu sebagai rangkaian ulang tahun Universitas dan membuat bazar di lapangan luas.  Acara tersebut berhasil dilakukan, walaupun tidak sepenuhnya sesuai rencana. Celakanya dibalik itu biaya yang keluar jauh melebihi pemasukan yang diterima. Beberapa kali kami beradu mulut sampai sampai ada yang menangis. Pengurus yang bertahan membantu juga hanya segelintir orang. Dan akhirnya ketika sampai diujung pergantian kepengurusan, saya malah dipilih menjadi presiden yang baru -____-. Sialnya lagi, pengurus yang ingin kembali melanjutkan kepengurusan sangat sedik...

Hidup Memang Menyebalkan.

Sejak SD, saya pikir ketika SMP dan saya tidak perlu lagi ngaji ke TPQ hidup akan lebih menyenangkan. Bisa bermain bola setiap sore bersama teman teman.  Setelah SMP ternyata bermain bola rasanya biasa saja. Kakak saya yang ketika itu sudah SMA dan malam hari boleh keluar terlihat jauh lebih keren. Namun sialnya saya lalu masuk pondok pesantren dan okay mari lulus dan segera kuliah untuk hidup yang lebih baik. Namun kembali lagi, kuliah ternyata tidak seasik itu. Memang sih, sudah tidak ada lagi yang mengatur jam berapa harus pulang. Namun beban masa depan mulai terlihat, teman teman satu persatu mulai lulus dan terlihat siapa yang bakal sukses dan tidak. Saya pikir saya harus segera lulus dan bekerja agar penderitaan ini berakhir. Namun mulai bekerja dan bertanggung jawab atas diri sendiri adalah yang terburuk. Insecure tidak ada habisnya, selalu ada teman yang lebih sukses pekerjaan yang lebih baik, pilihan hidup yang sepertinya menyenangkan. Jadi anak SD yang cuma bisa main bola...

Sayur Sayuran yang Cocok untuk Berkebun di Rumah

Sehabis mendengar podcast dari asumsi yang mengundang mas Ainun Najib dari @kawalcovid19 saya kembali cemas. Diperkirakan wabah ini akan berlangsung paling lambat sampai satu tahun kedepan. Lalu apa yang dapat saya lakukan? Terutama untuk persiapan kemungkinan terburuk. Bertahan hidup. Ya mungkin saya memang mudah untuk sepanik itu, tapi mempersiapkan diri juga menjadi cara saya untuk menghilangkan kepanikan itu. Maka saya mulai mencari kehiatan untuk menghilanhkan pikiran pikiran negatif tersebut. Saya akhirnya memilih kembali bercocok tanam.lalu saya mengumpulkan berbagai informasi tanaman yang cocok untuk berkebun.  Saya mengumpulkan beberapa sayuran yang mudah perawatannya, kecil ukurannya dan dapat digunakan dalam berbagai masakan. Diantaranya adalah: Bumbu 1. Segala jenis cabai 2. Jahe 3. Tomat Daun 1. Daun bawang 2. Bayam 3. Terong 4. Tomat. Diatas merupakan tanaman tanaman yang mudah ditanam di rumah untuk berkebun.  Tidak hanya baik untuk kita, mencoba berbagai macam ...

Kedai kopi Bincang

Seperti generasi milenial pada umumnya, kerasnya persaingan hidup membuat saya sering merenung. Mengapa generasi kita yang pada umunya mendapat asupan gizi lebih baik, pendidikan lebih baik namun kesehatan mentalnya jauh lebih buruk. Rasanya getir sekali dengan masalah dan keinginan yang nggak ada habisnya. Renungan ini lalu membawa saya mengenang masa masa paling bahagia di hidup saya. Ketika SMP, saya jarang sekali belajar dirumah. Kegiatan saya setiap hari hanyalah sekolah, nonton mtv, main bola, nongkrong lalu tidur, begitu setiap harinya. Namun saat saat itulah yang paling menyenangkan. Mungkin point utamanya adalah saya tiap hari berolahraga bersama teman teman dan malamnya ngobrol sembari bermain kartu. Masa paling indah kedua adalah ketika kuliah. Hampir mirip, kebanyakan waktu kuliah saya dihabiskan dengan nongkrong atau makan bareng dengan teman teman. Lalu saya coba iseng mengulik tentang apa itu bahagia dan bagaimana meraihnya. Ternyata berbeda dengan kesuksesan yang i...

Era Akhir Nasionalisme

Dulu ketika saya kecil sampai bahkan samlai SMP, kebanggan terhadap negara tinggi sekali. Saya senang sekali menonton pertandingan bola dan bulu tangkis yang diwakili oleh tim nasional. Namun ketika beranjak dewasa baik ketika SMA maupun kuliah, rasa nasionalisme mulai luntur. Saat ini bahkan saya menganggap nasionalisme adalah paham yang sudah usang. Saya punya dua alasan mengapa nasionalisme sudah tidak lagi relevan. Pertama, kolonialisme yang menjadi akar pamornya nasionalisme sudah nyaris hilang . Salah satu alasan berkembangnya nasionalisme adalah karena nasionalisme merupakan paham akan perlawanan terhadap kolonialisme. Kecintaan dan keinginan banyak masyarakat diseluruh dunia untuk dapat menentukan nasib sendiri lalu mengangkat pamor nasionalisme. Namun saat ini kondisi sudah sama sekali berbeda, kolonialisme sudah nyaris hilang sehingga nasionalisme sudah tidak lagi dibutuhkan. Kedua, fanatisme nasionalisme menjadi sumber berbagai permasalahan . Nasionalisme memunculkan ad...

Jebakan Kemudahan

Dunia selalu penuh dengan kecemasan masa depan. Ketika kuliah, rasanya pusing sekali memikirkan skripsi. Ingin segera berganti kesibukan ketika melihat teman teman yang telah lulus dan mulai mencari kerja. Lalu ketika lulus masalah justru bertambah. Dengan berbagai gelar yang ada, society seakan akan menuntut kita bekerja ditempat menurut mereka layak. Ketika bekerja, muncul lagi tekanan berupa cibiran atas jabatan yang segitu segitu saja atau tuntutan lain seperti kapan menikah. Ini memang bukan masalah yang muncul sekarang. Menurut buku sapiens karya Yuval Noah, manusia pada zaman dahulu juga melakukan hal yang sama. Berfikir bahwa hidup akan lebih baik jika memproduksi makanan lebih banyak, manusia pada era pertanian awal berusaha menanam lebih banyak gandum yang akhirnya menyebabkan lebih banyak masalah. Tenaga yang lebih banyak dihabiskan lebih banyak, perubahan pola hidup menjadi menetap dari yang sebelumnya nomaden mengakibatkan meledaknya angka kelahiran yang akhirnya menun...