Posts

Balik Lagi ke Blogspot

Momen Ramadhan memang waktu yang tepat untuk berubah. Termasuk ramadhan 2022, saya memutuskan untuk lebih rajin menulis dan membaca. Ketika saya menulis blog ini saya jadi terpikirkan sesuatu. Mengapa resolusi tahunan nggak dilakuin pas ramadhan aja. Suasana yang berbeda serta semangat bulan belajar tentu dapat membantu kita mencapai resolusi yang kita inginkan. Okay sebenarnya saya nggak pengen ngomongin itu. Dan ini juga sudah lewat cukup jauh dari lebaran. Tapi saya ingin kembali menulis, dan hari kemenangan saya tekadkan untuk rutin menceritakan pengalaman maupun opini opini saya. Kenapa kembali ke blogspot? Biasanya memang eksekusi nggak semulus rencana yang kita susun. Fitur editor untuk versi mobile di medium di hapus. Saya yang biasa memakai medium terpaksa pindah media. Jadi tidak ada alasan filosofis untuk pindah ke blogspot lagi, hanya itu.

Dunia sedari awal memang tak adil.

Makin dewasa saya semakin yakin bahwa dunia ini tidak seperti roda yang berputar. Orang yang miskin misalnya, hampir pasti mati dalam keadaan miskin juga. Tidak sulit mencari datanya, baca saja riset dari oxfam atau semeru institut tentang kemiskinan struktural. Atau yang lain lagi, hasil seringkali mengkhianati usaha. Saya punya contoh pengalaman yang bagus, tapi karena menurut saya pengalaman seseorang tidak apik untuk diambil pelajaran karena sering kali sample sizenya terlalu kecil. Riset bahwa lebih dari 90% perusahaan rintisan di US mengalami kegagalan ditahun pertama sepertinya lebih valid. Tersadar akan hal hal tersebut saya makin tidak percaya karma. Orang bisa saja makan dengan sendok perak sedari janin sedangkan lainnya merebus batu agar anaknya merasa kenyang. Saat ini saya cenderung merasa tenang jika balasannya di akhirat. Balasan di akhirat ini lebih rasional, dan lebih adil. Rasional karena pada kenyataannya memang sedikit sekali hal yang adil di dunia ini. Lebih adil k...

UBI saja tidak cukup.

Beberapa bulan terakhir mencuat diskusi mengenai Universal Basic Income. Penjelasan mudahnya adalah setiap warga mendapatkan uang secara cuma cuma dari negara dengan nilai yang sama. Hal yang mendasari munculnya wacana ini antara lain makin sempitnya lapangan pekerjaan yang posisinya tergantikan oleh AI. Pandemi covid 19 kemudian meningkatkan perbincangan mengenai UBI setelah banyak masyarakat sadar pentingnya memenuhi kebutuhan dasar seluruh warga terutama ketika adanya bencana. Namun ada masalah yang belum banyak dibahas mengenai UBI. Yaitu masalah batas batas negara. Seperti yang kita ketahui ketimpangan pendapatan tidak hanya muncul pada tingkat individu. Kondisi lebih parah sebenarnya ada pada tingkat negara. Pendapatan rata rata warga pakistan tentu saja jauh lebih rendah dari pendapatan rata rata warga Swedia. Ketika UBI diterpakan tentu uang yang diterima warga Swedia akan lebih besar dari warga Pakistan. Padahal, kekayaan warga swedia salah satunya muncul dari buruh buruh beru...

Tentang hutang, kenapa Industri apapun kebanyakan toxic.

Beberapa saat yang lalu beredar berita tentang 60% bahan pada produk makanan nestle tidak sehat. Hal serupa pernah juga muncul pada industri minyak, sekitar 90% emisi karbon muncul dari hanya beberapa perusahaan minyak. Yang jadi pertanyaan adalah mengapa banyak industri yang berdampak buruk bagi masyarakat dan lingkungan? Menurut saya penyebabnya adalah hutang. Hutang dari mana saja dalam bentuk apa saja.  Seluruh hutang didunia nilainya 281trilion us dollar, bandingkan dengan jumlah uang beredar yang hanya berkisar 28 trillion us dollar. Seperti yang kita tahu, nyaris semua perusahaan berhutang. Hutang juga sangat penting untuk perekonomian. Bahkan semua negara punya bank sentral yang mengatur besar kecilnya acuan hutang dari perbankan. Lalu apa hubungannya.  Hutang hutang ini perlu dibayar. Untuk mengejar nilai sebesar itu diperlukan usaha yang lebih keras untuk meningkatkan penjualan, memaksimalkan laba. Akhirnya perusahaan minyak mengejar produksi dan penjualan, perusahaa...

Yang Bisa Dilakukan Hanyalah Berusaha.

Salah satu kebohongan terbesar di era sekarang ini adalah cerita tentang setiap orang bisa jadi apa aja. Sebuah pernyataan yang arogan menurutku, karena seringkali tidak melihat latar belakang, lingkungan, keluarga, tingkat pendidikan dan banyaknya faktor lain dibelakang setiap orang. Memang selalu ada peluang. Namun pertanyaan lainnya adalah apakah semua orang dapat mendapatkan hasil yang sama? Tentu saja tidak. Di US misalnya. Data menunjukan kurang dari 10% startup yang mampu bertahan lebih dari satu tahun. Lalu bagaimana dengan 90% lainya? Hanya bagian dari data statistik orang orang yang gagal? Selain itu dari data ini memang terlihat tetap masih ada peluang. Tapi jika dibedah lagi,  dari 10% ini akan muncul pola yang lain. Latar belakang pendidikan, modal, koneksi, dan masih banyak hal lain. Lalu apakah seorang anak kulit hitam miskin mampu menjadi founder startup. Tetap ada peluang, tapi tentu saja sangat kecil. Namun dari peluang kecil itu setiap orang harus berusaha. Palin...

Lulusan SMA bisa jadi direktur?

Beberapa saat yang lalu terlintas di lini masa Twitter saya, daftar lulusan lulusan SMA yang bergaji diatas 100jt. Pesan dari tweet itu cukup jelas. Bahwa  lulusan SMA juga bisa punya karir cemerlang. Lulusan SMA juga bisa memiliki gaji atau menjabat posisi puncak di perusahaan. Namun yang jadi pertanyaan adalah seberapa besar peluangnya? Jika seperempat penduduk Indonesia lulusan SMA, artinya ada lebih dari 60jt orang. Jika ada 100 orang yang mampu menjadi direktur perusahaan artinya peluangnya hanya 0.000006%. yang artinya hampir mustahil itu kejadian.

Hak hak warga negara yang terlupakan.

Kasus vaksin baru baru ini seharusnya dapat digunakan menjadi momentum pembelajaran masyarakat atas hak hak dasar sebagai warga negara. Tidak seperti bentuk monarki. Negara bangsa(nation state) memiliki kontrak sosial antara warga negara dan pemerintah. Pemerintah diberi mandat untuk mengelola dan memenuhi hak hak dasar setiap warga negara. Baru setelah itu silahkan jika pemerintah ingin punya program lain,tentu saja sesuai kebutuhan rakyat. Yang baru rame ini adalah vaksin. Tapi selain itu sebenarnya banyak hak hak yang sampai saat ini belum dipenuhi oleh negara. Hak atas air, pendidikan, hunian dan lain lain. Saya sendiri yang bagian dari sistem pendidikan ini termasuk belum tau semua hak yang saya dapatkan sebagai warga negara. Mari sama sama belajar.